Wabah Flu Babi Tewaskan 112 Orang di Iran

Wabah virus H1N1 (flu babi) besar-besaran sempat memicu tanda bahaya pandemi pada Juni 2009 dan menewaskan sekitar 18.500 orang di 214 negara.

Teheran – Wabah virus H1N1 atau flu babi yang melanda Iran, sejak pertengahan November 2015, telah merenggut 112 nyawa dan korban yang pertama kali meninggal akibat terpapar virus itu adalah petugas medis, demikian dilaporkan media, Senin (28/12) waktu setempat.

Pada awal bulan ini, pihak berwenang telah memberikan peringatan bahwa flu babi bisa menyebar hingga Teheran dan provinsi-provinsi lain di bagian utara dan barat.

Dikutip dari pernyataan pejabat Kementerian Kesehatan Iran, kantor berita IRNA menyebutkan, ada sekitar 1.190 orang yang terdiagnosa oleh virus H1N1 dan telah dirawat di rumah sakit. Akibat penyebaran wabah, kini jumlah korban jiwa mencapai 112 orang.

“Vaksin dan peralatan laboratorium untuk melakukan diagnosis tersedia sepanjang hari, siang dan malam, di penjuru negeri,” kata Mohammad Mehdi Gouya, kepala departemen bidang penyakit menular kementerian kesehatan.

Dia menambahkan bahwa penyebaran wabah dapat dikendalikan dan gelombang pertama yang lebih serius diharapkan dapat berkurang dalam beberapa hari mendatang.

Kematian akibat virus flu babi sebagian besar terjadi di bagian tenggara Iran, sementara itu banyak provinsi-provinsi lain di seluruh negeri telah melaporkan jumlah korban yang terisolasi.

Kantor berita Mehr melaporkan, Senin, bahwa seorang perawat meninggal, Minggu (27/12), setelah tertular virus flu dari pasien yang dirawat di rumah sakit, di bagian timur laut kota Neyshabour.

Wabah H1N1 besar-besaran memicu tanda bahaya pandemi Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada Juni 2009, setelah virus tersebut muncuk dari Meksiko dan Amerika Serikat (AS).

Wabah ini merenggut nyawa sekitar 18.500 orang di 214 negara. Tanda bahaya flu babi kemudian dicabut pada Agustus 2010.

Sumber : BERITASATU.com

admin web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *